Etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan
apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu,
memutuskan pat yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan
diri pribadi. Sedangkan tanggung jawab adalah kesiapan seseorang dalam menerima
tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya.
Untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya untuk memiliki etika dalam
berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya dan juga seorang
pemimpin harus bertanggung jawab terhadap kewajibannya atau tugasnya serta
terhadap yang dipimpinnya.
Tanggung jawab kepemimpinan menjelaskan tentang adanya penaggungjawaban yang
ditanggungkan kepada soerang pemimpin yang bersifat menyeluruh. Untuk memahami
penanggungjawaban seorang pemimpin ini.
Pertama, pemimpin sejati harus menyadari akan tanggung jawabnya secara
menyeluruh dan memahami mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui untuk
apa ia berada dengan tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung jawab,
pertanggungjawaban kepemimpinan yang ada padanya.
Kedua, pemimpin harus menyadari bahwa ia memilik kapasitas utuh disertai
kemampuan dan kehandalan dengan visi, misi dan fokus yang jelas untuk bekerja.
Tahu bagaimana bekerja efektif, efisien dan sehat, guna memimpin yang membawa
keuntungan besar bagi organisasi seperti bawahan, staf, dan pemimpin dan
lingkungan dimana kepemimpinan dijalankan.
Ketiga, pemimpin harus menerima pemercayaan dalam penanggungjawaban
kepemimpinan ini dan bertekad kuat mengamalkan tanggung jawab dalam mengelola
sikap serta perilaku berkualitas, dalam memanajemeni, fokus pada sasaran
berhasil, melalui upaya memimpin secara berkualitas.
Disamping itu, seorang pemimpin juga harus menjalankan kepemimpinan dan tanggung
jawabnya dengan beretika, Sehingga didapatlah pemimpin yang memiliki integritas
serta kinerja yang baik di mata orang-orang yang dipimpinnya.
Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan
perilaku etik dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggung
jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku
secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya
dalam kode-kode etik.
Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan
nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten
sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
Ada beberapa pendapat yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut
ini:
a. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard
dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup
ini; jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda). Sebuah tujuan pribadi
yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. Sebuah tujuan organisasi yang
jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.
b. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga
akan perilaku anda. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat
bagi perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride)
yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan
keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap
yang etik.
c. Berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri
anda sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong kita untuk bisa
tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan
kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.
d. Berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang
waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pemimpin
yang memiliki etika, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk
tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.
e. Berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini
berarti anda harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan
refleksi dan melihat hal-hal lebih jernih sehingga kita bisa melihat apa yang
benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri sehingga kita mampu
menuntun orang lain.
Siapapun pasti tidak ingin disebut sebagai pemimpin tanpa etika. Namun,
kekuasaan dan kekuatan di cengkraman diri akan menggoda untuk mempermainkan
kekuasaan dan kekuatan sesuai nafsu dan ego diri. Padahal kekuasaan dan
kekuatan itu ada karena titipan dari orang-orang yang percaya pada integritas
pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh lupa untuk menjalani kekuasaan
dan kekuatan dengan panduan etika dan moralitas yang tinggi.
Seorang pemimpin yang beretika pasti memiliki kepercayaan diri yang kuat
sehingga mampu menggoreskan rasa bangga yang diikuti dengan sikap rendah hati
kepada orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memiliki etika juga
memiliki kesabaran yang akan mampu menolongnya untuk tetap konsisten terhadap
pilihannya dan menunggu hasilnya dengan usaha yang maksimal. Sehingga orang
yang dipimpinnya merasa bahwa pemimpin seperti itu patut dijadikan teladan bagi
dirinya.
Pada hakikatnya setiap pribadi manusia adalah pemimpin yang mempunyai tujuan
untuk dicapai. Setidaknya setiap pribadi adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.
Jika ia telah mampu untuk memimpin dirinya sendiri maka barulah ia akan mampu
untuk memimpin orang lain serta membimbing mereka mencapai tujuan. Seorang
pemimpin tentunya memiliki tanggung jawab terhadap sesuatu yang menjadi
kewajiban atau tugasnya dan juga harus bertanggungjawab atas kepemimpinannya
secara menyeluruh.
Selain tanggung jawab seorang pemimpin juga harus memiliki etika dalam
memimpin. Siapapun pasti tidak ingin disebut sebagai pemimpin yang tidak
beretika. Pemimpin yang bijak tahu bahwa kekuasaan dan kekuatan tidak akan
berjalan sempurna tanpa panduan etika dan moralitas kepemimpinan. Kepemimpinan
tanpa etika adalah malapetaka karena dapat menimbulkan ketidakstabilan dan
kehancuran. Seorang pemimpin wajib untuk memimpin dengan berpondasikan etika
yang kuat dan santun. Sebab, tanpa etika kepemimpinan, maka pemimpin tidak akan
pernah mampu menyentuh hati terdalam dari para pengikut. Dan dia juga akan
menjadi yang gampang untuk diolok-olok oleh lawan dan kawan. Bila lawan, kawan,
dan bawahan sudah suka memperolok-olokan pemimpin, maka malapetaka akan menjadi
sahabat kepemimpinan tersebut.
Seorang pemimpin yang memiliki etika dan tanggung jawab akan mampu membawa
organisasi yang dipimpinnya sampai ke puncak keberhasilan dengan memanfaatkan
semua potensi yang ada pada semua anggota organisasi yang dipimpin Seorang
pemimpin menjadikan etika sebagai dasar mengoptimalkan semua bakat dan potensi
sumber daya manusia, dan meningkatkan nilai dari semua sumber daya yang
dimiliki oleh organisasi serta menghargai semua kualitas dan kompetensi sumber
daya manusia. Dan bukan seorang pemimpin yang menciptakan jarak antara mimpi
dan realitas. Tetapi dia seorang pemimpin beretika yang membantu semua mimpi
pengikutnya menjadi kenyataan dalam kebahagiaan.
Kepemimpinan beretika akan selalu meningkatkan interaksi antara dirinya dengan
semua orang yang terlibat bersamanya dalam sebuah tugas ataupun pekerjaan.
Interaksi menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang yang
terlibat bersama sang pemimpin tidak tersingkir oleh jarak komunikasi. Tetapi
semua orang dapat mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam
etika yang membangun kerjasama dan keyakinan dalam kepercayaan diri yang
tinggi.
Pemimpin yang beretika tidak akan pernah punya niat untuk menyingkirkan
bakat-bakat hebat yang menjanjikan masa depan cerah. Dia akan mengilhami semua
orang dengan motivasi dan keteladanan untuk mampu mencapai keunggulan, dan
merangsang semua orang untuk berpikir positif dan bekerja efektif.
Seorang pemimpin harus mengawali dengan membangun kesadaran dirinya bahwa
kepadanya ada penanggungjawaban kepemimpinan. Penanggungjawaban kepemimpinan
menjelaskan bahwa pemimpin telah diakui serta dipercayai sehingga ia menjadi
pemimpin.
Penanggungjawaban kepemimpinan ini juga menjelaskan bahwa pemimpin memiliki
tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggungjawab, dan pertanggungjawaban
menyeluruh atas segala dan semua dalam kepemimpinannya.
Penanggungjawaban kepemimpinan yang ada pada seorang pemimpin
menjelaskan bahwa ia sepenuhnya bertanggungjawab atas jatuh-bangunnya
kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya. Dalam kaitan ini, keberhasilan atau
pun kegagalan kepemimpinan tergantung dan bergantung sepenuhnya pada sang
pemimpin.
Penanggungjawaban kepemimpinan seorang pemimpin memberikan otoritas sebagai
landasan kewibawaan kepemimpinannya. Seorang pemimpin yang bijak dan
bertanggung jawab pasti memiliki kiat untuk menghindari sekaligus mengatasi
tabrakan antara kepentingan pribadi dengan etika dan moralitas kehidupan serta
memiliki hati nurani untuk hidup dalam etika yang tidak melecehkan semua
kepercayaan dari para stakeholdersnya. Pemimpin yang bijak tahu bahwa kekuasaan
dan kekuatan tidak akan berjalan sempurna tanpa panduan etika dan moralitas
kepemimpinan.
Penggungjawaban kepemimpinan yang ada pada seorang pemimpin menjelaskan bahwa
ia sepenuhnya bertanggungjawab atas jatuh-bangunnya kepemimpinan yang
dipercayakan kepadanya. Dalam kaitan ini, keberhasilan atau pun kegagalan
kepemimpinan tergantung dan bergantung sepenuhnya pada sang pemimpin. Pemimpin
dalam hal ini harus berperan aktif memastikan bahwa ia sedang meneguhkan
organisasinya, melengkapi bawahannya dan menyiapkan infrastruktur serta semua
sumber mengelola kepemimpinannya dengan efektif, efisien dan sehat yang
memastikan keberhasilan kepemimpinannya
Pemimpin bertanggung jawab atas semua yang dilihatnya. Pemimpin bertanggung
jawab untuk memulai komunikasi secara proaktif Ketika kesalahpahaman terjadi dan gosip
timbul, pemimpin bertanggung jawab untuk meluruskan dan membangun komunikasi
agar kesalahpahaman tidak muncul lagi.
Pemimpin bertanggung jawab untuk memberi contoh sikap baik dengan berdasarkan
etika seorang pemimpin serta menjadi agen perubahan. Pemimpin mengerti bahwa
apa dilakukannya akan ditiru dan diperbesarnya oleh orang yang dipimpinnya, dan
karenanya mereka harus mengenakan standar yang tinggi pada dirinya. Menjadi
pemimpin adalah menjadi orang yang bisa jadi panutan, baik dalam kinerja maupun
integritas. Ia harus hidup sesuai dengan nilai-nilai etika baik yang
dianutnya.
PERTANYAAN / JAWABAN
1.Apakah dalam
mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin itu sangat banyak tantangan
nya, dan bagaimanakah cara agar seorang
pemimpin itu bisa mengunakan etikanya agar terlihat baik di mata rakyatnya?
untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah tentu banyak
tantangannya, karena seorang pemimpin bukanlah sembarang orang, Seorang
pemimpin harus memiliki etika dan wajib bertanggung jawab kepada orang yang
dipimpinnya.
Cara agar seorang pemimpin itu bisa mengunakan etikanya agar
terlihat baik dimata rakyat nya adalah bisa menciptakan keharmonisan dalam
menjalin hubungan kerja dengan bawahannya tanpa ada status kedudukan, Serta
seorang pemimpin juga memilik tanggung jawab yang besar, tidak hanya untuk
dirinya sendiri tetapi juga untuk orang-orang dibawah kepemimpinannya. Tanggung
jawab kepimpinan bukanlah sesuatu hal yang dapat dijalankan dengan mudah.
Tetapi, semakin besar tanggung jawab kepemimpinan itu, semakin besar pula
penghargaan yang diberikan jika dapat memenuhi peranan tersebut.
2. Pemimpin yang
bertanggungjawab atas semua yang dilihatnya, jadi maksud semua yang di lihatnya
itu seperti apa, jelaskan !
Arti nya dia juga bertanggung jawab atas apa yang dilihat
oleh organisasinya serta tim yang dipimpinnya. Dia bertanggung jawab atas
hasil-hasil yang dicapainya, baik hasil yang baik maupun hasil yang buruk.
3. “JIKA” pemimpin itu
tidak mempunyai etika apa yang akan terjadi ? lantas bagaimana pemecahan
masalahnya !
Yang akan terjadi
adalah suatu organisasi yang ia pimpin tentu tidak akan berjalan efektif dan
para staf nya tidak menyukai nya sebagai pemimpin dan banyak di benci oleh
rakyat yang ia pimpin, bahkan ia di pecat jabatan nya sebagai pemimpin karena
tidak memiliki etika kepemimpinan. Pemecahan
masalahnya, pemimpin harus mengetahui untuk apa ia berada dengan tugas,
kewenangan, hak, kewajiban, tanggungjawab, tahu bagaimana bekerja efektif,
efisien dan sehat serta mempunyai sikap baik serta perilaku berkualitas. Ia
harus bisa memimpin diri nya sendiri baru bisa memimpin orang banyak.
ETIKA MENURUT TEMAN
SAYA
Markus.C. jurusan agribisnis, etika adalah suatu aturan atau adat
istiadat norma-norma yang ada di wilayah tertentu.
Bam, jurusan teknik
kimia, etika adalah
suatu tata cara berinteraksi atau berkomunikasi dengan atasan dan bawahan serta
masyarakat sekitar.
Didi dion, jurusan agrotek, etika adalah peraturan / wewenang
yang dibuat untuk kepentingan bersama yang mengacu pada tingkah laku,
kebiasaan, sikap seseorang.