Rabu, 02 Juli 2014

Apa Yang Dibutuhkan Public Relations Di Era Social Media?


     Public Relation itu adalah sebuah profesi yang sudah terbangun berpuluh-puluh tahun lalu. Ilmu public relation sudah tertata begitu bagus, serta diajarkan di berbagai Perguruan Tinggi, seperti di Jurusan Komunikasi, dan di sekolah-sekolah khusus mempelajari public relation. Namun, ilmu-ilmu yang sudah mapan itu kini harus diperbarui karena munculnya fenomena sosial media seperti Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Internet membuat kerja praktisi public relation masa kini mengalami perubahan yang sangat luar biasa. Public relation masa kini bukan hanya harus lihai berhubungan dengan media, tetapi juga dituntut untuk fasih berhubungan langsung dengan konsumen. Dan kita semua harus paham, karakter konsumen maya sudah pasti akan tidak sama dengan karakter media atau industri media, atau karakter medium dan lain-lain nya.
     Konsumen yang bergabung di sosial media tidak butuh bahasa yang manis dan formal. Yang mereka butuhkan adalah juru bicara perusahaan yang mengerti kebutuhan mereka dan sekaligus merespon keluhan mereka secepat mungkin. Konsumen juga butuh seorang praktisi public relation yang bisa berinteraksi langsung dengan mereka dan melakukan percakapan. Tentu saja, ini bukan pekerjaan mudah. Apalagi public relation itu wajib berbicara sesuai kegiatan yang diwakilinya. Mengapa harus demikian? Sebab konsumen bebas berteriak di Internet. Produk yang mengecewakan atau cacat tak mudah ditutupi dengan ide public relation tradisional. Kita tidak bisa begitu saja mengancam dan membungkam mereka. Bahkan untuk membungkam akan menimbulkan gerakan melawan yang lebih kuat , bahkan mendapat dukungan dari konsumen lain yang mendapat pengalaman yang serupa. Bukan perilaku konsumen yang berubah dengan adanya social media. Yang juga berpotensi memusingkan banyak praktisi public relation adalah kecepatan perubahan medium di sosial media. Beberapa tahun yang lalu Facebook lah yang menjadi fenomena. Kini giliran Twitter yang lagi dipuja-puja.

      Nah, yang memusingkan para praktisi public relation, perilaku konsumen di setiap media baru ini juga berbeda-beda, tergantung dalam fitur yang menjadi andalannya. Apa boleh buat, praktisi public relation juga harus berpacu melawan kencangnya laju perkembangan media online di soial media saat sekarang ini agar konsisten. Tidak mengherankan bila sekarang sedang tren lowongan pekerjaan untuk posisi public relation, terutama  contohnya di konsultan, ditambahi dengan kualifikasi familiar dengan social media, dan media online.

Rabu, 25 Juni 2014

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SEORANG PEMIMPIN

Etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu, memutuskan pat yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi. Sedangkan tanggung jawab adalah kesiapan seseorang dalam menerima tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya.
Untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya untuk memiliki etika dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya dan juga seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap kewajibannya atau tugasnya serta terhadap yang dipimpinnya.
Tanggung jawab kepemimpinan menjelaskan tentang adanya penaggungjawaban yang ditanggungkan kepada soerang pemimpin yang bersifat menyeluruh. Untuk memahami penanggungjawaban seorang pemimpin ini.

Pertama, pemimpin sejati harus menyadari akan tanggung jawabnya secara menyeluruh dan memahami mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui untuk apa ia berada dengan tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung jawab, pertanggungjawaban kepemimpinan yang ada padanya.

Kedua, pemimpin harus menyadari bahwa ia memilik kapasitas utuh disertai kemampuan dan kehandalan dengan visi, misi dan fokus yang jelas untuk bekerja. Tahu bagaimana bekerja efektif, efisien dan sehat, guna memimpin yang membawa keuntungan besar bagi organisasi seperti bawahan, staf, dan pemimpin dan lingkungan dimana kepemimpinan dijalankan.
Ketiga, pemimpin harus menerima pemercayaan dalam penanggungjawaban kepemimpinan ini dan bertekad kuat mengamalkan tanggung jawab dalam mengelola sikap serta perilaku berkualitas, dalam memanajemeni, fokus pada sasaran berhasil, melalui upaya memimpin secara berkualitas.
Disamping itu, seorang pemimpin juga harus menjalankan kepemimpinan dan tanggung jawabnya dengan beretika, Sehingga didapatlah pemimpin yang memiliki integritas serta kinerja yang baik di mata orang-orang yang dipimpinnya.

Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik.
Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
Ada beberapa pendapat yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini:

a. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini; jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda). Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.
b. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik.
c. Berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.
d. Berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pemimpin yang memiliki etika, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.
e. Berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebih jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri sehingga kita mampu menuntun orang lain.

Siapapun pasti tidak ingin disebut sebagai pemimpin tanpa etika. Namun, kekuasaan dan kekuatan di cengkraman diri akan menggoda untuk mempermainkan kekuasaan dan kekuatan sesuai nafsu dan ego diri. Padahal kekuasaan dan kekuatan itu ada karena titipan dari orang-orang yang percaya pada integritas pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh lupa untuk menjalani kekuasaan dan kekuatan dengan panduan etika dan moralitas yang tinggi.

Seorang pemimpin yang beretika pasti memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga mampu menggoreskan rasa bangga yang diikuti dengan sikap rendah hati kepada orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memiliki etika juga memiliki kesabaran yang akan mampu menolongnya untuk tetap konsisten terhadap pilihannya dan menunggu hasilnya dengan usaha yang maksimal. Sehingga orang yang dipimpinnya merasa bahwa pemimpin seperti itu patut dijadikan teladan bagi dirinya.

Pada hakikatnya setiap pribadi manusia adalah pemimpin yang mempunyai tujuan untuk dicapai. Setidaknya setiap pribadi adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Jika ia telah mampu untuk memimpin dirinya sendiri maka barulah ia akan mampu untuk memimpin orang lain serta membimbing mereka mencapai tujuan. Seorang pemimpin tentunya memiliki tanggung jawab terhadap sesuatu yang menjadi kewajiban atau tugasnya dan juga harus bertanggungjawab atas kepemimpinannya secara menyeluruh.

Selain tanggung jawab seorang pemimpin juga harus memiliki etika dalam memimpin. Siapapun pasti tidak ingin disebut sebagai pemimpin yang tidak beretika. Pemimpin yang bijak tahu bahwa kekuasaan dan kekuatan tidak akan berjalan sempurna tanpa panduan etika dan moralitas kepemimpinan. Kepemimpinan tanpa etika adalah malapetaka karena dapat menimbulkan ketidakstabilan dan kehancuran. Seorang pemimpin wajib untuk memimpin dengan berpondasikan etika yang kuat dan santun. Sebab, tanpa etika kepemimpinan, maka pemimpin tidak akan pernah mampu menyentuh hati terdalam dari para pengikut. Dan dia juga akan menjadi yang gampang untuk diolok-olok oleh lawan dan kawan. Bila lawan, kawan, dan bawahan sudah suka memperolok-olokan pemimpin, maka malapetaka akan menjadi sahabat kepemimpinan tersebut.

Seorang pemimpin yang memiliki etika dan tanggung jawab akan mampu membawa organisasi yang dipimpinnya sampai ke puncak keberhasilan dengan memanfaatkan semua potensi yang ada pada semua anggota organisasi yang dipimpin Seorang pemimpin menjadikan etika sebagai dasar mengoptimalkan semua bakat dan potensi sumber daya manusia, dan meningkatkan nilai dari semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi serta menghargai semua kualitas dan kompetensi sumber daya manusia. Dan bukan seorang pemimpin yang menciptakan jarak antara mimpi dan realitas. Tetapi dia seorang pemimpin beretika yang membantu semua mimpi pengikutnya menjadi kenyataan dalam kebahagiaan.

Kepemimpinan beretika akan selalu meningkatkan interaksi antara dirinya dengan semua orang yang terlibat bersamanya dalam sebuah tugas ataupun pekerjaan. Interaksi menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang yang terlibat bersama sang pemimpin tidak tersingkir oleh jarak komunikasi. Tetapi semua orang dapat mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam etika yang membangun kerjasama dan keyakinan dalam kepercayaan diri yang tinggi.
Pemimpin yang beretika tidak akan pernah punya niat untuk menyingkirkan bakat-bakat hebat yang menjanjikan masa depan cerah. Dia akan mengilhami semua orang dengan motivasi dan keteladanan untuk mampu mencapai keunggulan, dan merangsang semua orang untuk berpikir positif dan bekerja efektif.

Seorang pemimpin harus mengawali dengan membangun kesadaran dirinya bahwa kepadanya ada penanggungjawaban kepemimpinan. Penanggungjawaban kepemimpinan menjelaskan bahwa pemimpin telah diakui serta dipercayai sehingga ia menjadi pemimpin.
Penanggungjawaban kepemimpinan ini juga menjelaskan bahwa pemimpin memiliki tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggungjawab, dan pertanggungjawaban menyeluruh atas segala dan semua dalam kepemimpinannya.

Penanggungjawaban kepemimpinan yang ada pada seorang pemimpin menjelaskan bahwa ia sepenuhnya bertanggungjawab atas jatuh-bangunnya kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya. Dalam kaitan ini, keberhasilan atau pun kegagalan kepemimpinan tergantung dan bergantung sepenuhnya pada sang pemimpin.

Penanggungjawaban kepemimpinan seorang pemimpin memberikan otoritas sebagai landasan kewibawaan kepemimpinannya. Seorang pemimpin yang bijak dan bertanggung jawab pasti memiliki kiat untuk menghindari sekaligus mengatasi tabrakan antara kepentingan pribadi dengan etika dan moralitas kehidupan serta memiliki hati nurani untuk hidup dalam etika yang tidak melecehkan semua kepercayaan dari para stakeholdersnya. Pemimpin yang bijak tahu bahwa kekuasaan dan kekuatan tidak akan berjalan sempurna tanpa panduan etika dan moralitas kepemimpinan.

Penggungjawaban kepemimpinan yang ada pada seorang pemimpin menjelaskan bahwa ia sepenuhnya bertanggungjawab atas jatuh-bangunnya kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya. Dalam kaitan ini, keberhasilan atau pun kegagalan kepemimpinan tergantung dan bergantung sepenuhnya pada sang pemimpin. Pemimpin dalam hal ini harus berperan aktif memastikan bahwa ia sedang meneguhkan organisasinya, melengkapi bawahannya dan menyiapkan infrastruktur serta semua sumber mengelola kepemimpinannya dengan efektif, efisien dan sehat yang memastikan keberhasilan kepemimpinannya
Pemimpin bertanggung jawab atas semua yang dilihatnya. Pemimpin bertanggung jawab untuk memulai komunikasi secara proaktif  Ketika kesalahpahaman terjadi dan gosip timbul, pemimpin bertanggung jawab untuk meluruskan dan membangun komunikasi agar kesalahpahaman tidak muncul lagi.
Pemimpin bertanggung jawab untuk memberi contoh sikap baik dengan berdasarkan etika seorang pemimpin serta menjadi agen perubahan. Pemimpin mengerti bahwa apa dilakukannya akan ditiru dan diperbesarnya oleh orang yang dipimpinnya, dan karenanya mereka harus mengenakan standar yang tinggi pada dirinya. Menjadi pemimpin adalah menjadi orang yang bisa jadi panutan, baik dalam kinerja maupun integritas. Ia harus hidup sesuai dengan nilai-nilai etika baik yang dianutnya.




PERTANYAAN / JAWABAN
1.Apakah dalam mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin itu sangat banyak tantangan nya, dan bagaimanakah  cara agar seorang pemimpin itu bisa mengunakan etikanya agar terlihat baik di mata rakyatnya?  
untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah tentu banyak tantangannya, karena seorang pemimpin bukanlah sembarang orang, Seorang pemimpin harus memiliki etika dan wajib bertanggung jawab kepada orang yang dipimpinnya.
Cara agar seorang pemimpin itu bisa mengunakan etikanya agar terlihat baik dimata rakyat nya adalah bisa menciptakan keharmonisan dalam menjalin hubungan kerja dengan bawahannya tanpa ada status kedudukan, Serta seorang pemimpin juga memilik tanggung jawab yang besar, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang-orang dibawah kepemimpinannya. Tanggung jawab kepimpinan bukanlah sesuatu hal yang dapat dijalankan dengan mudah. Tetapi, semakin besar tanggung jawab kepemimpinan itu, semakin besar pula penghargaan yang diberikan jika dapat memenuhi peranan tersebut.
2. Pemimpin yang bertanggungjawab atas semua yang dilihatnya, jadi maksud semua yang di lihatnya itu seperti apa, jelaskan !
Arti nya dia juga bertanggung jawab atas apa yang dilihat oleh organisasinya serta tim yang dipimpinnya. Dia bertanggung jawab atas hasil-hasil yang dicapainya, baik hasil yang baik maupun hasil yang buruk.
3. “JIKA” pemimpin itu tidak mempunyai etika apa yang akan terjadi ? lantas bagaimana pemecahan masalahnya !
Yang akan terjadi adalah suatu organisasi yang ia pimpin tentu tidak akan berjalan efektif dan para staf nya tidak menyukai nya sebagai pemimpin dan banyak di benci oleh rakyat yang ia pimpin, bahkan ia di pecat jabatan nya sebagai pemimpin karena tidak memiliki etika kepemimpinan. Pemecahan masalahnya, pemimpin harus mengetahui untuk apa ia berada dengan tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggungjawab, tahu bagaimana bekerja efektif, efisien dan sehat serta mempunyai sikap baik serta perilaku berkualitas. Ia harus bisa memimpin diri nya sendiri baru bisa memimpin orang banyak.

ETIKA MENURUT TEMAN SAYA
Markus.C. jurusan agribisnis, etika adalah suatu aturan atau adat istiadat norma-norma yang ada di wilayah tertentu.
Bam, jurusan teknik kimia, etika adalah suatu tata cara berinteraksi atau berkomunikasi dengan atasan dan bawahan serta masyarakat sekitar.

Didi dion, jurusan agrotek, etika adalah peraturan / wewenang yang dibuat untuk kepentingan bersama yang mengacu pada tingkah laku, kebiasaan, sikap seseorang.

Selasa, 17 Juni 2014

Etika Dan Filsafat Kepemimpin

Seperti yang saya ketahui makna di atas adalah ” leadership” sebagai motivasi diri saya dan untuk meningkat kan semangat dalam mencetak kepemimpinan yang SMART, kepemimpinan yang efektif di mulai dengan visi yang jelas, visi ini menjadikan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses kreativitas yang tinggi melalui integrasi maupun berbagai keahlian dari orang orang yang ada dalam organisasi tersebut.

Faktor faktor yang mendukung adalah semangat kita sebagai leadership yang SMART  dalam mengambil keputusan dan mau berusaha dalam menghadapi apapun resiko nya dan mau bertangung jawab sebagai leadership dan taat kepada tuhan yang maha esa , maka dari itu lah faktor faktor yang mendukung semangat kita sebagai leadership dan tetap di pertahankan.

Faktor faktor yang menghambat adalah kurang nya kekompakan dengan bawahan nya, sehingga menjadikan organisasi yang kurang kekompakan dengan atasannya, dan kurang memperhatikan sesama sehingga terkadang menimbulkan konflik, tidak ada kerjasama menjadikan pekerjaan banyak yang lalai tidak dikerjakan.


Pemecahan masalahnya adalah seorang pemimpin harus bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, staf dalam menjalankan organisasi, pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan perioritas, dan pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif dan harus bisa mengajak kompromi memecahkan masalah dan menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Seperti yang saya ketahui makna di atas adalah ” leadership” sebagai motivasi diri saya dan untuk meningkat kan semangat dalam mencetak kepemimpinan yang SMART, kepemimpinan yang efektif di mulai dengan visi yang jelas, visi ini menjadikan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses kreativitas yang tinggi melalui integrasi maupun berbagai keahlian dari orang orang yang ada dalam organisasi tersebut.

Faktor faktor yang mendukung adalah semangat kita sebagai leadership yang SMART  dalam mengambil keputusan dan mau berusaha dalam menghadapi apapun resiko nya dan mau bertangung jawab sebagai leadership dan taat kepada tuhan yang maha esa , maka dari itu lah faktor faktor yang mendukung semangat kita sebagai leadership dan tetap di pertahankan.

Faktor faktor yang menghambat adalah kurang nya kekompakan dengan bawahan nya, sehingga menjadikan organisasi yang kurang kekompakan dengan atasannya, dan kurang memperhatikan sesama sehingga terkadang menimbulkan konflik, tidak ada kerjasama menjadikan pekerjaan banyak yang lalai tidak dikerjakan.

Pemecahan masalahnya adalah seorang pemimpin harus bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, staf dalam menjalankan organisasi, pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan perioritas, dan pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif dan harus bisa mengajak kompromi memecahkan masalah dan menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

Selasa, 06 Mei 2014

Agar Potensi Konflik Dapat Menjadi Daya Dorong Suksesnya Visi


        Untuk menghindari agar tidak terjadi nya konflik dalam setiap orang akan melakukan perubahan, orang tersebut harus bisa menyesuaikan  diri dengan lingkungan nya agar dapat membawa perubahan bagi diri seseorang tersebut dan yakin akan diri nya bahwa dia bisa membawa perubahan untuk visi nya,tidak boleh berfikir buruk terhadap orang lain dan mau bergaul dengan orang bertukar pendapat dan jangan melakukan hal yang tidak baik sebab kalau kita melakukan hal yang tidak baik maka kita ingin membangun perubahan itu tentu tidak akan bisa terlaksana, oleh karena nya biasa terkadang karakter diri kita sendiri itu lah yang sering terjadi, kita ingin membuat perubahan menjadi jatuh dan sudah jatuh tidak ingin membangunkan nya lagi, itu yang menyebabkan kegagalan visi seseorang.

Senin, 21 April 2014

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

 Nama : Diomedes Yason

 Nim    : 2013210033


Tugas 1, Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Pada dasarnya Saudara dicetak menjadi Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan, dengan nilai lebih pada Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang didasarkan pada teori sifat-sifat pemimpin, dengan harapan beraplikasi pada perilaku kepemimpinan situasional, sehingga ada keterikatan baik emosional maupun kontingensi tujuan baik individu maupun organisasi, melalui proses tingkat kematangan kompetensi yang ditunjang motivasi menjadikan diri pemimpin yang melayani dalam sistem kepemimpian.

Tugas:

1.       Lakukan analisis singkat atas konsep tersebut di atas. (jawaban soal no 1 ini setelah diserahkan secara fisik/tertulis, dimasukkan pada komentar, dan diunggah pada blog masing-2 mahasiswa, print out bukti unggah);

2.       Berikan contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional;

3.       Tingkat kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?



1.         Analisis singkat atas konsep tersebut adalah melalui berkompetensi kepemimpinan ini, harus menyadari beberapa hal, pertama, harus sadar bahwa memiliki kemampuan memimpin yang cukup baik. Kedua, belajar bahwa terkadang dalam hidup, perlu di tempatkan di kondisi-kondisi di luar zona nyaman, untuk lebih menantang diri seorang pemimpin yang berkompeten, untuk melalukan sesuatu diluar batas. Supaya seseorang pemimpin itu lebih maju, ternyata mengasah jiwa kepemimpinan dan menjadi pemimpin akan sesuatu atau sekumpulan orang itu rasa nya luar biasa . setelah ini, seorang pemimpin akan terus mengasah kemampuan nya untuk menjadi yang lebih baik lagi. Seorang pemimpin harus yakin, setelah ini masih banyak kesempatan di depan sana yang akan membelajari dan membantu membentuk karakter untuk menjadi sosok pemimpin yang lebih baik dan lebih bijak dari sebelumnya. Melatih jiwa kepemimpinan bisa di mulai  dari kegiatan sederhana, konsistensi dan mental juara lah yang bisa membawa kepada kesuksesan.

2.          Contoh nya kepemimpinan yang berkompoten dalam kehidupan sehari hari saya yang saya lakukan sendiri adalah contoh; saya mengikuti salah satu organisasi kerohanian dan saya sudah bergabung di organisasi kerohanian tersebut, tetapi saya punya perasaan yang sangat merasa kasihan sekali  kepada teman-teman saya yang belum masuk di organisasi kerohanian itu, oleh karena nya  organisasi kerohanian tersebut sangat lah penting untuk mengembangkan diri kita, seperti etika dan filsafat dll. Dari itu saya punya pikiran ingin sharing, berbagi pengalaman, diskusi kepada teman teman yang belum masuk ke organisasi tersebut, dan saya berusaha mendorong mereka supaya mau masuk di organisasi kerohanian itu. Dari hal yang seperti itu lah saya merasa menjadi kepemimpinan yang sebagai pemimpin yang berkompeten peduli ingin membangun sifat teman-teman yang tidak mau mengenal organisasi kerohanian. Saya mau berbagi pengalaman atau ilmu yang sudah saya dapatkan dari organisasi kerohanian itu kepada teman-teman. jangan hanya mengharapkan organisasi organisasi  yang di lingkungan kampus saja tetapi organisasi organisai yang baik di luar lingkungan kampus juga perlu kita ikuti agar kita mengenal apa yang terjadi di luar atau di lingkungan masyarakat, agar teman-teman sadar bahwa sangat lah penting organisasi bagi kita sebagai mahasiswa dan kedepan nya  nanti kita tidak perlu ragu lagi sebagai seorang mahasiswa yang berkompeten dan mempunyai etika dan filsafat yang sangat baik berguna bagi orang banyak. Dari situlah saya merasa menjadi seorang pemimpin yang memimpin diri saya sendiri dan memimpin teman-teman.


3.           Usulan saya agar tingkat kematangan pemimpin seperti; proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan, pengambilan keputusan, usulan saya jangan merasa gensi sebagai pemimpin, harus percaya diri dan jangan merasa takut salah menjadi pemimpin karena kalau kita terus merasa takut salah maka itu tidak akan bisa kita lakukan dan terus menjadi penonton hanya bisa mendengarkan, kita harus sering melatih diri kita sebagai mahasiswa dari organisasi organisasi kecil dll. Dari itu lah kesempatan kita belajar menjadi pemimpin agar tingkat kematanagan kita dalam bertindak dan mengambil keputusan sangat cepat dan baik. Janganlah melalaikan tugas kita sebagai pemimpin yang berkompeten. 

Sabtu, 28 Desember 2013

TUGAS ADMINISTRASI NEGARA



TUGAS ADMINISTRASI PERKANTORAN

Analisis kritis atas disiapkan menjadi “LEADER” Seorang  leader di tugas kan untuk memimpin dan mempunyai jiwa leader yang penuh Sebagai seorang leader dan cepat dalam menggambil keputusan, bertanggung jawab, menjaga sikap jangan sampai sombong, taat kepada aturan yang telah di buat undang-undang dan melayani masyarakatnya yang di pimpin dengan baik.

Mempersiapkan diri sebagai leader dan melaksanakannya dengan efisien
Mempersiapkan diri menjadi  leader tidak lah sangat mudah. Pertama untuk memenuhi persyaratan sebagai seorang leader pokok utama adalah harus tegas, berani dalam menggambil keputusan, bertanggung jawab dan perlu perjuangan yang sangat berat menjadi seorang leader, kita sebelumnya harus mengetahui suatu organisasi atau bagan struktur yang kita pimpin itu sehingga mengetahuinya, contohnya kita menjadi bupati tentu kita menjadi seorang bupati kita harus mengetahui bagan struktur daerah dan mengetahui berapa jumlah kecamatan di dalam kabupaten yang kita pimpin itu sendiri, kita sebagai leader sangat perlu mengetahui dunia politik juga maka dari itu kita sebagai pemimpin tidak boleh ketinggalan informasi/kabar dari masyrakat atau dari yang lain sebagainya.
Harus  berpikir cepat, tegas,  kalau misal nya kita lambat dalam menggambil keputusan tentu suatu organisasi  yang kita pimpin itu akan menjadi berantakan. Seorang pemimpin harus bias memikirkan apa yang kurang dalam organisasi nya tersebut sehingga bias membangunnya menjadi lebih baik lagi. Seorang leader harus bias melayani masyarakatnya sehingga leader itu di mata masyarakat nya sangat terhormat dan harus bias menarik rasa horma nya kepada kita sebagai leader. Leader juga harus wajib membuat aturan untuk masyarakatnya, contoh nya jangan membuang sampah di kali karena bias menyebabkan penyakit ke orang sekitar.
            Memilih seorang pemimpin yang tegas dan amanah tidak lah mudah. Modal pertama kita sebagai leader dan ingin bangsa dan Negara nya maju ialah, apakah kita siap menaati peraturan yang ada? Karena jujur saja masih banyak hal yang membuat kita nyaman jika harus melanggar aturan padahal sebenar nya akan merugi kan diri sendiri.